|Friday, April 18, 2014
Anda disini: Home » Hot » Pengaruh Rencana The Fed
  • Follow Us!

Pengaruh Rencana The Fed 

fed5

JAKARTA-Nilai tukar rupiah  pada perdagangan Jumat (24/5) diperkirakan kembali melemah karena  kekhawatiran pelaku pasar terhadap rencana bank sentral AS, the Fed yang akan menghentikan program stimulusnya. “Rupiah diperkirakan bergerak dikisaran 9.769 – 9.800 per dollar Amerika Serikat (AS),” ujar Kepala Divisi Treasury BNI, Nurul Eti Nurbaeti di Jakarta, Kamis (23/5).

Menurut dia, tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal. Salah satunya adalah sinyal dari Gubernur The Fed mengurangi pembelian obligasi di AS.

Selain itu, lanjut dia, banyak investor yang menyadari bahwa kebijakan stimulus The Fed akan mendekati akhir. Alasannya, selain data-data ekonomi Amerika mulai terkonfirmasi membaik. Hal ini semakin menambah daya tarik aset-aset AS termasuk dollar AS karena dianggap mata uang yang paling aman. Dan ini berdampak pada tereskalasinya dollar AS terhadap rupiah,” jelas dia.

Di sisi lain, kata dia lelang pembelian kembali Surat Utang Negara (SUN) dengan cara penukaran (debt switch) kurang memberikan sentimen positif, dan belum dapat mengangkat rupiah dari tekanannya.

Sementara itu kata dia, dari dalam negeri, usulan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sudah diakomodasi dalam RAPBN 2013 yang sedang dibahas oleh pemerintah dan DPR memberikan angin segar bagi rupiah.  Jika  pembahasan yang berlangsung satu bulan kedepan ini mendapat hasil yang positig maka bisa menjadi supporting bagi rupiah. “Pelaku pasar masih wait and see atas implementasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak Bersubsidi (BBM),” jelas dia.

Karena itu, dia memperkirakan tekanan terhadap rupiah tidak terlalu besar. Apalagi, Bank Indonesia (BI masih aktif di pasar uang dengan menjaga rupiah agar tidak terseret arus penguatan dollar AS. “Meningkatnya cadangan devisa membuat bank sentral masih percaya diri melakukan intervensi di pasar uang,” pungkas dia.