|Thursday, April 17, 2014
Anda disini: Home » Makroekonomi » Pertumbuhan Ekonomi 2014 Meningkat
  • Follow Us!

Pertumbuhan Ekonomi 2014 Meningkat 

agus-martowardojo-130226b

 JAKARTA-Bank Indonesia (BI) dan pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2014 meningkat dibanding 2013. Hal ini ditopang semakin membaiknya kinerja ekonomi global dan domestik. “Pada 2014, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat menjadi 6,4-6,8 persen, dibandingkan asumsi pertumbuhan ekonomi 2013 yang sebesar 6,3 persen,” kata Gubernur BI, Agus Martowardojo  saat rapat kerja Komisi XI DPR membahas RAPBN 2014 di Jakarta, Kamis (20/6).

Menurut Agus, perkiraan batas atas angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2014 tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi global. Saat ini kata dia, kinerja positif dari eksternal, terutama membaiknya ekonomi Amerika Serikat (AS) dan ekonomi China. “Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi secara maksimal maka perlu adanya dorongan yang lebih kuat untuk meningkatkan kinerja ekspor, agar mampu memperluas pasar,” jelas dia.

Kendati demikian, Agus mengaku, kinerja ekonomi domestik akan berjalan lebih lambat. Namun masih bisa menyentuh angka 6,3 persen. “Perlambatan ekonomi ini juga dipengaruhi oleh situasi global yang belum solid dan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi,” ucap dia.

Positifnya pertumbuhan ekonomi juga disampaikan  Menteri Keuangan (Kemenkeu), Chatib Basri. Namun angka target pertumbuhan ekonomi versi pemerintah berbeda dengan BI. Chatib menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ditahun 2014 berada dirange 6,4-6,9 persen. Angka ini kata dia akan dimasukkan dalam asumsi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014.

Dia  yakin, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2014 tetap tinggi.  Hal ini didorong potensi perbaikan pertumbuhan ekonomi global yang nantinya berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional. “Kita melihat forecast ekonomi global ditahun 2013 akan sebesar 3,3 persen tetapi di 2014 diperkirakan akan membaik jadi 4 persen. Tentu hal ini implikasinya kepada pertumbuhan volume dunia”, kata Chatib.

Dengan dampak kepada volume itu, maka volume pertumbuhan dunia dari 3,6 persen bisa menjadi 5,3 persen pada 2014. Meski belum berada diangka yang aman, namun demikian akan ada kecendrungan membaik, yang akhirnya ada dampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional. “Dari 3,6 persen jadi 5,3 persen pada 2014. Belum normal. Kalau normal itu 6 persen. Bahkan, akan ada harapan juga ekspor di 2014 akan lebih baik dibandingkan pada 2013, dengan didukung perbaikan perekonomian dunia “, kata Chatib

Di sisi lain, Chatib juga menyebut bahwa Pemerintah menargetkan pada tahun 2014 tingkat inflasi sebesar 4,5±1 persen, dan Surat Berharga Negara (SBN) dirange 4,5 persen hingga 5,5 persen. Untuk menstabilkan inflasi sendiri, Chatib menjelaskan bahwa Pemerintah akan berupaya menjaga ketersediaan pangan kepada masyarakat.