Selain Prof. Dr. Diana Elizabeth Waturangi, Unika Atma Jaya mengukuhkan guru besar dari Fakultas Pendidikan dan Bahasa, yaitu Prof. Dr. Setiono Sugiharto, S.Pd., M.Hum.
Dalam orasi ilmiah yang berjudul “Unmasking and resisting linguistic injustice in global academic publishing: towards a politics of locality”, ia memaparkan adanya ketidakadilan linguistik dalam konteks publikasi akademik.
Ini dikarenakan bahasa Inggris telah mendominasi jurnal-jurnal ilmiah sehingga memarjinalkan akademisi lokal dalam menyuarakan karyanya.
Faktanya, dominasi bahasa Inggris sebagai bahasa akademik global meningkatkan beberapa keprihatinan mendasar. Misalnya, ketidaksetaraan konstruksi pengetahuan, politik rasial, imperialisme linguistik, ketidakadilan linguistik, dan kerenggangan intelektual. Untuk itu, guru besar yang dikenal sebagai kolumnis ini menyarankan untuk mengembangkan pemahaman yang kritis di antara sarjana lokal.
“Selain para sarjana yang perlu berpikir kritis, harapannya pemerintah dapat lebih mengapresiasi jurnal-jurnal lokal dan nasional yang terakreditasi dan mengangkat jurnal-jurnal ini ke forum internasional,” jelas Prof. Dr. Setiono Sugiharto, S.Pd. M.Hum.
Orasi karya ilmiah ini disampaikan pada acara pengukuhan guru besar di Kampus Semanggi Unika Atma Jaya. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 akademisi.













