Dari jumlah itu, lanjut dia, wilayah kecamatan Serpong dan Setu adalah yang paling banyak terjakit virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegpti itu.
Tulus mengaku, secara keseluruhan angka penderita DBD di Tahun 2018 kemarin mencapai 480 orang.
Tahun ini, pihaknya berupaya bisa menekan jumlah itu, dengan memaksimalkan program 3M plus (menguras, menutup dan mengubur) dan menaburkan bubuk larvasida di bak penampungan air.
Sementara Kepala Puskesmas Situ Gintung, Salmun mengaku tak ada pasien DBD yang dirawat di Puskesmas tersebut.
Diungkapkannya, ada satu warga RW 07 yang terjangkit DBD namun dirawat di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.
“Alhamdulillah engga ada, tapi kalau di wilayah ada yang dirawat di RS Pondok Indah, da sekarang sudah sehat tinggal fogging saja,” ucap dia. (Raja Tama)












