JAKARTA-Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate pada level 5,75 persen dalam 13 bulan terakhir.
Tingkat BI rate ini dinilai masih sesuai dengan sasaran inflasi pada 2013 dan 2014 sebesar 4,5 persen plus minus satu persen.
Sejak Februari 2012 lalu, BI memutuskan untuk memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis point dari 6,0 persen menjadi 5,75 persen.
Kepala Grup Humas BI, Difi A Johansyah dalam keterangan tertulisnya mengatakan perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja yang kuat, namun tetap mewaspadai masih tingginya tekanan terhadap keseimbangan eksternal sejalan dengan masih kuatnya impor di tengah pelemahan ekonomi global.
Menurut dia, inflasi IHK pada Januari 2013 meningkat, namun diprakirakan akan tetap terkendali pada kisaran sasarannya.
Inflasi IHK Januari mencapai 1,03 persen (mtm) atau 4,57 persen (yoy) akibat tingginya curah hujan yang menimbulkan gangguan distribusi dan produksi.
Pasokan yang terganggu mendorong inflasi bahan pangan (volatile food) meningkat cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, inflasi inti masih tetap stabil di posisi 4,32, yoy didukung ekspektasi inflasi yang relatif terkendali, terkelolanya permintaan yang masih sesuai dengan kapasitas produksi, serta terjaganya nilai tukar Rupiah.













