Angka produksi KSA dihitung dari produktivitas dan luas panen dengan basis areal luas baku sawah 7,1 jt hektar dan ditambah sedikit dari panen diluar luas baku. Menurut informasi itu luas baku sawah baru terverifikasi di 16 Provinsi, sedangkan sisanya masih dalam proses verifikasi dan validasi, jadi kemungkinan akan ada perbaikan luas.
Di tahun 2017, ungkap Bambang, Kementan menggalakkan program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) untuk padi. Tanamnya bukan di lahan sawah biasa, namun di areal yang tidak biasa ditanam seperti di lahan tumpangsari dengan perkebunan, perhutanan, rawa lebak, di bawah tegakan pohon kelapa, di eks galian tambang dan beberapa lainnya.
“Nah lahan ini sebenarnya cukup luas namun belum dimasukkan ke dalam update luas baku sawah. Buktinya, kami menemukan 123 ribu hektar pertanaman padi di luar luas baku sawah dan sudah dipetakan dalam SHP tersebar di 29 provinsi,” bebernya.
Menurutnya, apabila diakomodir data SHP pertanaman ini dengan produktivitas 5 ton GKG (gabah kering giling) perhektar. Artinya, akan ada tambahan surplus sekitar 340 ribu ton beras.
“Tim pemetaan masih bekerja di lapangan, diperkirakan luas pertanaman padi diluar baku sawah bisa lebih dari 300 ribu hektar,” ujarnya.















