JAKARTA-PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menargetkan volume penjualan batubara di sepanjang 2021 sebanyak 34,42 juta ton atau lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi di 2020 yang sebesar 33,96 juta ton.
Berdasarakan Laporan Tahunan GEMS yang dipublikasi di Jakarta, Rabu (14/4), konsumsi batubara global diproyeksikan bertumbuh 2,6 persen, sejalan dengan adanya peningkatan permintaan batubara di China, India dan kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, dengan adanya perjanjian kerjasama investasi maupun perdagangan batubara antara Indonesia dan China pada November 2020, maka sejumlah produsen nasional optimistis menatap prospek bisnis di 2021.
Melalui perjanjian kerjasama itu, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan ekspor batubara dari Indonesia mencapai 200 juta ton.
Manajemen GEMS menyebutkan, China sebagai importir batubara terbesar di dunia akan tetap memiliki peran peran signifikan dalam mempengaruhi harga komoditas.
“Negara ini mewakili lebih dari seperempat dari total pasar batubara global. Pembatasan impor batubara yang diberlakukan Tiongkok terhadap batubara Australia baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran atas ketidakpastian permintaan global”.
Sehingga, isu tersebut dapat memberikan kesempatan bagi beberapa eksportir batubara Indonesia, termasuk GEMS dan entitas anak.













