Dia mengungkapkan, saat ini DUTI memiliki cadangan lahan (landbank) yang belum dikembangkan seluas 1.280 hektar, yang tersebar di Jabodetabek dan Surabaya.
Pada Tahun Buku 2021, laba bruto DUTI tercatat bertumbuh 4,05 persen (y-o-y) menjadi Rp1,35 triliun.
Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang secara nominal lebih besar ketimbang akun beban pokok penjualan.
Adapun jumlah beban pokok penjualan DUTI untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp826,18 miliar atau bertumbuh 94,43 persen (y-o-y).
Sedangkan, laba usaha di 2021 tercatat Rp622,71 miliar atau meningkat 7,23 persen (y-o-y).
Sementara itu, laba sebelum pajak untuk Tahun Buku 2021 tercatat meningkat 14,12 persen (y-o-y) menjadi Rp731,32 miliar.
Pertumbuhan ini, salah satunya ditopang oleh pencatatan keuntungan dari akuisisi saham entitas anak yang sebesar Rp153,99 miliar.
“Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, pada 2021 lalu, DUTI mengakuisisi PT Itomas Kembangan Perdana yang merupakan pengembang Aerium Apartement yang berlokasi di Taman Permata Buana, Jakarta Barat,” kata Teky.
Teky optimistis kinerja positif DUTI akan berlanjut di 2022, yang salah satunya didukung oleh kebijakan pemerintah terkait pemberian insentif maupun kondisi perekonomian yang semakin membaik pasca pandemi Covid-19.















