Namun mulai bulan Maret semua leading indicators sudah berada di zona hijau.
Kunta menilai ini menunjukkan bahwa perekonomian Indoensia sudah berada pada tren pemulihan yang diharapkan.
Kunta juga berharap bahwa nanti di kuartal dua perekonomian Indonesia akan jauh lebih baik, sehingga ekonomi Indonesia di tahun 2021 ini bisa tumbuh sesuai prediksi yaitu antara 4,5%-5,3%.
“Ini kondisi yang ingin saya sampaikan bahwa baik dari sisi konsumsi rumah tangga, investasi maupun dari sisi produksi dan terutama perdagangan internasional semuanya menunjukkan peningkatan,” lanjut Kunta.
Kunta menambahkan bahwa beberapa lembaga ekonomi dunia sudah memperbaiki prediksi pertumbuhan ekonomi global.
IMF memperkirakan pertumbukan ekonomi global tahun 2021 berada pada angka 6%, naik 0,5% dari prediksi sebelumnya.
OECD juga memperkirakan pertumbuhan global sebesar 5,6% naik 1,4% dari prediksi sebelumnya dan Worldbank memprediksi sebesar 4% pertumbuhan global tahun ini.
Kunta juga mengatakan terdapat beberapa perkembangan positif pada perekonomian global, diantaranya PMI Manufaktur Maret yang mencapai 55, pasar keuangan yang sudah mulai kembali stabil dengan volatilitas yang turun, harga komoditas yang meningkat, peningkatan pertumbuhan di Tiongkok yang dapat memicu peningkatan confidence global, serta pelaksanaan vaksinasi global yang progresif.















