JAKARTA – Manajemen PT Petrosea Tbk (PTRO) mengungkapkan, sepanjang tahun ini perseroan lebih terkonsentrasi pada strategi pengembangan usaha melalui dua jalur utama, yaitu ekspansi bisnis secara organik dan diversifikasi usaha secara non-organik.
Menurut Corporate Secretary PTRO, Anto Broto dalam keterangan resmi perseroan yang rilis di Jakarta, Jumat (26/9), upaya pengembangan bisnis tersebut dilakukan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperluas basis klien di berbagai sektor strategis.
Melalui strategi organik, ujar Anto, Petrosea mendorong pertumbuhan di lini bisnis jasa pertambangan maupun rekayasa dan konstruksi.
Kedua lini usaha ini mencatatkan peningkatan perolehan kontrak (backlog) secara signifikan, sehingga mempertegas posisi perseroan sebagai salah satu penyedia jasa di sektor pertambangan dan konstruksi.
Dia mengatakan, pertumbuhan backlog tersebut juga akan mendorong ekspansi basis klien baru maupun memperkuat hubungan dengan klien eksisting.
“Pengembangan usaha secara organik ini semakin menjadikan perseroan sebagai mitra layanan usaha bagi klien,” ujarnya.
Selain memperluas usaha secara organik, perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu ini juga mengimplementasikan strategi non-organik melalui akuisisi beberapa perusahaan.













