Langkah ini sekaligus mendukung diversifikasi usaha dan peningkatan kapabilitas di sektor-sektor baru yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan PTRO.
Melalui grup HBS (PNG) Limited, jelas Anto, PTRO memperluas cakupan layanan ke sektor non-coal, termasuk mineral emas.
Bahkan, lanjut dia, cakupan layanan jasa pertambangan juga diperluas ke berbagai pasar luar negeri, terutama Papua New Guinea, sebagai bagian dari strategi global ekspansi Petrosea.
Selanjutnya, melalui grup Hafar, PTRO memperkuat kapabilitas baru di bidang engineering, procurement, construction & installation (EPCI).
Kapabilitas ini akan mendukung kebutuhan industri migas lepas pantai dengan teknologi terkini dan kompetensi multidisiplin.
Lebih lanjut Anto menyampaikan, PTRO juga menandatangani non-binding term sheet terkait rencana akuisisi mayoritas saham Scan-Bilt Pte Ltd.
Melalui entitas ini, Petrosea berencana memperluas layanan di bidang plant civil engineering construction dan maintenance work untuk industri pengolahan kimia, serta sekaligus menjadikan Scan-Bilt sebagai business hub Petrosea di pasar Asia Pasifik.
Dia menambahkan, seluruh langkah ekspansi dan diversifikasi PTRO tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai perbankan nasional, yang akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pendanaan perseroan.













