Ke-21 sifat baik itu adalah, Ngadeg, Sabar, Sokur, Narimo, Suro, Manteb, Temen, Suci, Enget, Srana, Ikhtiar, Prawira, Dibya, Suarjana, Bener, , Guno, Kuat, Nalar, Gemi, Yitno dan Taberi. Sementara 21 sifat buruk yang harus dihindari adalah, Ladak, Lancang, Lantab, Lolos, Lepas kendali, Lantang, Langar, Lengus , Leson , Lemer, Lamur, Lusuh, Lukar, Langsar, Luwas, Lumuh, , Lumpur, Larat, Ngelajok , Lenggak dan Lenggul.
Karena merupakan ajaran luhur yang harus dipelihara, ajaran Sestradi yang tertulis dalam naskah-naskah kuno milik Puro Pakualaman, oleh GKBRAy Paku Alam kemudian dituangkan dan diujudkan dalam bentuk batik.
Motif-motif batik yang saat ini dibuat oleh the first lady Puro Pakualaman itu hampir seluruhnya berasal dari motif-motif yang tertulis dalam naskah-naskah kuno.
“Saya baru secara serius belajar batik pada tahun 2011. Namun belajar batik bagi saya tidak hanya sekedar bisa membatik tetapi sebagai realisasi mengemban amanah para leluhur dengan tujuan mevisualisasikan ilustrasi yang ada dalam naskah kuno menjadi batik dengan pengerjaan sekitar 3 – 6 bulan per kain,” kaanya.
“Detail dan kerumitan itulah yang menyebabkan mengapa satu motif kain batin harus dikerjakan demikian lama. Paling rendah harga sebuah batik Puro Pakualam yang biasa berharga Rp 25 juta,” ujar GKBRAy Paku Alam.














