Penerima award dari Yayasan Batik Indonesia pada 2013 ini menambahkan, motif asli batik Yogyakarta ada empat yakni ceplok, titik, parang dan semenan.
Dari masing-masing motif utama itu kemudian dibuat berbagai diversifikasi (turunan) yang kemudian banyak dikenal dalam tradisi busana batik Yogyakarta.
“Ajaran kepemimpinan Asthabrata yang terdapat dalam naskah kuno di Puro, juga dituangkan dalam motif batik. Jadi, apa yang saya lakukan merupakan pemeliharaan warisan luhur naskah-naskah kuno yang ada di Pakualaman, melestarikan dan memelihara budaya serta menyosialisasikan filosofi ajaran leluhur dengan media batik,” ujar GKBRAy Pakualam, yang akan menjadi nara sumber pada Yogyakarta Batik Binalle pada Oktober ini.














