Di bawah Program Rehabilitasi Merapi pada tahun sebelumnya BII juga membangun infrastruktur air bersih yang dapat dimanfaatkan lebih dari 450 warga di 3 (tiga) dusun di Kecamatan Muntilan, mencakup Badung, Sempon dan Wates.
BII juga melakukan perbaikan saluran irigasi dan prasarana jalan di beberapa dusun di Magelang, penghijauan di kawasan pertanian serta menyerahkan bantuan alat komunikasi untuk mendukung pelaksanaan tanggap bencana kepada relawan Kompag Merapi.
”Melalui Program Rehabilitasi Merapi, BII melakukan program rehabilitasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu sehingga dapat berdampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi,” kata Khairussaleh.
”Program rehabilitasi sejalan dengan misi perusahaan, Humanizing Financial Service, untuk selalu berada di hati masyarakat, khususnya di bidang lingkungan dan kemasyarakatan,” tambahnya.
Sejalan dengan misi Humanizing Financial Service, BII berupaya mewujudkan kemitraan dengan masyarakat untuk mendukung pendidikan, kegiatan mendukung hidup sehat dan pemberdayaan masyarakat melalui program CSR BII Berbagi.
Di Yogyakarta, BII Berbagi telah mendukung penyediaan dana beasiswa bagi 175 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak 2008, membangun kembali SDN Kebon Agung, Sleman dan SDN Cepoko Jajar, Piyungan, Bantul yang rusak akibat gempa dan menyelesaikannya pada 2010, berpartisipasi secara aktif dalam Program Tanggap Darurat (emergency) erupsi Merapi di Muntilan, Klaten, dan Kaliurang pada 2011 serta pada 2012 memberikan dukungan micro financing dalam rangka pemberdayaan wanita bagi sekitar 300 pengusaha mikro perempuan melalui Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) di Kulon Progo.













