“Andaipun ada caleg perempuan yang lolos ke senayan seperti di Dapil VI Jabar 3 orang sekaligus, saya kira sangat bagus. Meski kasuistik dan tidak massif terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat apalagi di Indonesia, tetapi ini pertanda politisi perempuan juga berbicara dikancah politik nasional,” imbuhnya.
Karena itu, dia berharap agar tampilnya 3 srikandi ke Senayan dari Dapil Jabar VI ini harus menjadi prototype bagi wilayah lain yang tidak banyak bahkan tidak ada perempuan yang lolos ke Senayan. Para srikandi Jabar VI ini memang sudah diperediksi sejak awal bakal mulus ke Senayan.
Sejak perhitungan suara dari awal rekap perolehan suara mereka selalu unggul dibanding caleg lain.
Sementara itu, Peneliti Senior Forum Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) memberi apresiasi kepada para Srikandi Dapil Jabar VI yang telah menciptakan pencapaian bagus dalam sejarah perpolitikan di Indonesia.
Hal ini sekaligus membuktikan pertarungan politik itu tidak memandang jenis kelamin. “Saya mengapresiasi keberhasilan caleg perempuan ini karena ini menjadi pembuktian, mereka tidak main-main dalam politik,” ujarnya.
Lucius menilai ketiga srikandi Jabar VI ini memang pantas menjadi wakil rakyat. Ketiganya punya kapasitas menjadi wakil rakyat serta memiliki rekam jejak yang bagus. Karena itu, dia percaya ketiganya mampu mengartikulasikan kepentingan rakyat di DPR kelal.














