“Dampak lainnya, juga akan mampu meningkatkan taraf kemajuan dan peradaban bangsa,” ungkap dia lagi.
Zulkifli tak membantah upaya pihak swasta membangun rumah sakit perlu diapresiasi karena langkah itu telah ikut meringankan tugas yang seharusnya dilakukan pemerintah.
Apalagi, ujarnya, kian banyaknya rumah sakit di dalam negeri akan dapat menurunkan pelarian devisa oleh pasien asal Indonesia yang berobat ke luar negei seperti ke Singapura dan Malaysia.
“Tentu. Tentu ini akan sangat membantu,” tegasnya
Dengan demikian, sambungnya, pemerintah juga harus mempermudah perizinan pendirian fasilitas kesehatan tersebut sebagai prasyarat kemajan suatu bangsa selain pembangunan di bidang pendidikan.
Sementara itu pendiri Lippo Group Mochtar Riadi mengatakan pihaknya akan berupaya membangun sebanyak-banyaknya rumah sakit.
Alasannya, kata Mochtar, pembangunan rumah sakit itu bertujuan untuk membantu menutupi ketimpangan fasilitas kesehatan di kawasan perkotaan dan pedesaan.
“Selama ini keberadaan rumah sakit, hanya ada di lima kota besar di Indonesia,” terangnya.
Disisi lain, lanjut mantan Dirut BCA, pihaknya memiliki pemikiran dan rencana membangun e-medical center di daerah.
“Kita sudah masuk abad digital century, jadi melalui internet pasien bisa didiagnosa. Hal ini untuk mempersempit kesenjangan,” tuturnya.















