Jati Sigma dan Jati Theta berfokus pada kemudahan dan kelincahan pilot ketika mengendalikannya dengan remote.
Di sisi lain, Soerongarep dan Soeromburi dirancang untuk bergerak menuntaskan misi-misi autonomous-nya dengan bantuan sebuah komputer kecil yakni NVIDIA Jetson Nano.
Mahasiswa yang akrab disapa Iqbal ini juga menjabarkan keterbaruan yang dibawa oleh timnya pada keempat robot tersebut.
Ia menjelaskan, drone pada kategori D1 dibekali dengan remote wearable yang mampu mengendalikan dua drone sekaligus.
“Kami juga mengembangkan program yang bisa mendeteksi jalur secara otomatis pada drone untuk kategori D2,” lanjutnya.
SAFMC 2024 merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh DSO National Laboratories and Science Centre Singapore bersama Kementerian Pertahanan Singapura.
Reputasinya di kancah internasional mendorong tim Bayucaraka ITS untuk mempersiapkan karyanya sebaik mungkin.
“Persiapan telah kami lakukan sejak sekitar empat sampai lima bulan yang lalu, tentunya disertai dengan evaluasi dari hasil perlombaan di tahun sebelumnya,” tutur Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan bahwa timnya akan mengirimkan delegasi sebanyak tujuh mahasiswa untuk hadir di Singapore Science Center pada 20 – 21 Maret 2024 mendatang.











