Surplus perdagangan bulan Februari 2015 didorong oleh neraca perdagangan nonmigas Februari 2015 yang surplus USD 564,2 juta dan neraca migas dengan surplus USD 174,1 juta.
Meskipun ekspor nonmigas turun selama Januari-Februari 2015, ekspor ke beberapa negara meningkat. Di awal tahun 2015, ekspor nonmigas ke Swiss, Pakistan, dan Taiwan naik signifikan. Penguatan ekspor juga terjadi ke negara mitra utama seperti India, Malaysia, dan Vietnam. Namun demikian, pelemahan ekspor bukan hanya dialami oleh Indonesia tetapi juga dialami beberapa negara mitra dagang utama seperti Brasil (turun 19,3%) dan India (turun 13%).
Kinerja ekspor bulan Februari tampaknya mengalami penurunan. Pada bulan Februari 2015, total nilai ekspor mencapai USD 12,3 miliar, menurun 8% dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor migas pada Januari-Februari 2015 mengalami penurunan sebesar 24,1% (YoY) menjadi USD 4,0 miliar.
Penurunan ekspor terjadi pada komoditas hasil minyak yang turun sebesar 26,9%, dan gas yang turun sebesar 33,5%. Sektor pertambangan juga turun signifikan sebesar 14,8% menjadi USD 3,3 miliar. Sektor tambang yang turun signifikan antara lain alumunium (turun 40,5%). Seperti sektor lainnya, ekspor sektor industri juga mengalami pelemahan. Di Januari-Februari 2015, ekspornya turun 8,6% menjadi USD 17,5 miliar. Sektor industri yang turun signifikan antara lain produk kimia (turun 38,8%), CPO (turun 8,1%), bahan kimia organik (turun 39,2%), dan mesin/pesawat mekanik (turun 21,0%).














