Asri Hadi selaku juru bicara peringatan 50 tahun SKKUI Salemba menyampaikan peringatan setengah abad SKKUI Salemba ini dikemas sebagai forum intelektual non-politis yang merefleksikan peran pers kampus sebagai ruang pendidikan etika, profesionalisme, dan tanggung jawab publik, sekaligus membaca tantangannya di era media digital.
“Aspek terpenting dari peringatan ini bukan nostalgia, melainkan refleksi lintas zaman tentang bagaimana pers kampus berperan sebagai sekolah etika publik dan profesionalisme media,” ujar Asri Hadi saat ditemui di lokasi acara pada Rabu (14/1/26).
Ia menegaskan, forum 50 tahun SKKUI Salemba tidak membawa agenda politik praktis. “Ini forum intelektual yang netral dan non-politis. Fokusnya adalah literasi media, integritas, dan tanggung jawab intelektual di tengah perubahan lanskap komunikasi digital,” katanya.
Pertemuan Asri Hadi dan Chairul Tanjung menjadi perhatian tersendiri karena merepresentasikan pertemuan dua praktisi media lintas generasi dan platform. Jika Chairul Tanjung dikenal sebagai pemilik dan pengelola sejumlah media besar di bawah naungan Transcorp, maka Asri Hadi merupakan figur pers nasional yang aktif sebagai Pemimpin Redaksi Indonews.id, Ketua Dewan Pakar Bulir.id, Pemimpin Perusahaan HarianKami, serta Dewan Pakar Editor.id. Pertemuan keduanya mencerminkan dialog simbolik antara ekosistem media arus utama dan media digital yang tumbuh dari tradisi intelektual pers mahasiswa.














