“Kami percaya bahwa saat ini ada potensi untuk menjadi investasi berdampak kedalam pemikiran umum atau mainstream,” kata CEO IFC Philippe Le Houérou.
“Ambisi kami sangat tinggi – kami ingin lebih banyak uang dikelola secara efektif dan berdampak. Kita tidak bisa menunda tercapainya agenda “billions to trillions,” terangnya.
Dalam laporan baru yang berjudul “Creating Impact: The Promise of Impact Investing”, IFC memperkirakan minat investor terhadap Investasi Berdampak saat ini dapat mencapai $26 triliun.
Nilai ini terdiri dari $5 triliun di pasar swasta seperti perusahaan investasi (Private Equity), hutang non-pemerintah dan modal ventura, serta $21 triliun yang diperdagangkan terbuka di pasar saham dan obligasi.
Untuk memenuhi potensi tersebut, Investasi Berdampak perlu memberikan penawaran yang transparan pada investor, dimana dana dapat diinvestasikan untuk mencapai hasil positif yang terukur bagi masyarakat, selain memberikan keuntungan finansial yang mencukupi.
Prinsip yang diluncurkan hari ini memfasilitasi proses ini dengan memberikan kejelasan dan konsistensi tentang hal-hal yang ternasuk dalam pengelolaan Investasi Berdampak untuk meningkatkan kepercayaan pasar.
IFC merupakan salah satu investor terlama dan terbesar dalam hal Investasi Berdampak, yang menunjukkan bahwa melakukan investasi yang memiliki dampak pembangunan yang signifikan dan pada saat yang bersamaan menghasilkan keuntungan finansial yang kuat, adalah suatu hal yang dapat dilaksanakan.















