JAKARTA-Setelah berhasil menjadi tuan rumah World Economic Forum on East Asia (WEF-EA) pada 2011, Indonesia kembali dipercaya oleh World Economic Forum (WEF) untuk menjadi tuan rumah WEF-EA ke-24. Perhelatan yang digelar pada 19-21 April 2015 ini akan dihadiri para pemimpin pemerintahan dunia, para CEO, cendekiawan, dan media massa. Bahkan diperkirakan, forum ini menjadi ajang bisnis terbesar di Asia Timur tahun ini.
Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyebutkan tak kurang 650 CEO perusahaan bertaraf internasional dijadwalkan menghadiri acara WEF ini. Selain itu, lebih dari 16 pemimpin negara di Asia Timur direncanakan datang, antara lain para pemimpin negara anggota ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Mongolia, Australia, dan Selandia Baru. “Acara ini menjadi sangat penting dan bermakna karena Asia Timur saat ini merupakan wilayah yang ekonominya menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia,” kata Sofyan Djalil seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Ketua World Economic Forum Philipp Rösler, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (30/3).
Menurutnya, Indonesia kembali dipercaya melaksanakan perhelatan besar ini, karena bobotnya sebagai negara dengan tingkat populasi terbesar ke-4 di dunia, anggota organisasi bergengsi G-20, dan merupakan salah satu negara di Asia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. “Sejauh ini partisipasi sangat tinggi, paling sedikit sampai hari ini sudah mendaftar 650 peserta dari 35 negara yang akan datang di WEF,” ujarnya.













