Vivianto menyampaikan bahwa peluang pasar untuk waralaba asal Indonesia di Manila cukup besar dan sangat terbuka. Sampai saat ini brand Indonesia yang sudah masuk ke pasar Filipina, antara lain Alfamart, J-Co, Baba Rafi (Kebab Turki). “Harapan kita ke depan, pelaku usaha waralaba Indonesia khususnya yang telah difasilitasi dan pelaku usaha waralaba pada umumnya dapat mengisi pasar yang besar di Filipina dan negara Asia lainya, serta mampu bersaing di pasar global,” ujar Atdag Vivianto.
Franchise Asia 2015 diikuti 450 brand dari 9 negara, di antaranya Jepang, Singapura, Hong Kong, Thailand, Belanda, dan Indonesia. Franchise Asia 2015 dibuka oleh Chairmain Emeritus Certified Franchise Executives (CFE) Samie Lim, beserta jajaran pengurus Philippinies Franchise Association (PFA).
Sebelumnya, di kota Manila telah dilaksanakan Program CFE pada 8-9 Juni 2015. International Franchise Conference (IFC) juga telah dilaksanakan pada 10-11 Juni 2015 yang diikuti oleh 80 peserta dari 4 negara. Dalam pameran IFC tersebut, Indonesia diwakili oleh pelaku usaha dan konsultan waralaba.















