JAKARTA-Menjelang pengumuman pemenang Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (22/7) besok, mayoritas publik berharap kedua capres-cawapres siap menerima kekalahan. Publik yang berharap capres berjiwa besar menerima kekalahan dan langsung memberi selamat kepada capres pemenang sebesar 93.0 %. Hanya 4.5 % publik yang berharap capres yang kalah untuk menggugat kekalahannya ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Demikian salah satu temuan terbaru survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tentang ‘Kondisi Politik Pasca Pilpres’ yang dirilis di Jakarta, Senin (21/7).
Survei ini dilakukan pada tanggal 18 – 19 April 2014 dengan metode multistage random sampling untuk 1200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 %. Bedanya quick poll menggunakan perangkat smartphone LSI sehingga lebih cepat dibandingkan dengan survei nasional dengan cara face to face interview. Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia.
Peneliti LSI, Fitri Hari mengaku masyarakat berharap capres harus siap kalah merata di semua segmen masyarakat Indonesia. Baik mereka yang tinggal di desa, maupun mereka yang tinggal di kota. Baik perempuan maupun laki-laki. Mereka yang berpendidikan tinggi maupun rendah. Mereka yang berstatus ekonomi tinggi maupun mereka yang berstatus ekonomi rendah. “Namun demikian mereka yang perempuan, tinggal di pedesaan, berpendidikan rendah, dan ekonomi “wong cilik” lebih tinggi harapannya dibanding mereka yang laki-laki, tinggal di kota, berpendidikan tinggi, dan berstatus ekonomi menengah atas,” jelasnya.














