Menurutnya, kedua pendukung capres pun meminta kedua capres untuk “legowo” menerima kekalahan. Rata-rata 9 dari 10 pemilih kedua capres berharap siapapun yang menang harus dihargai dan capres yang kalah siap memberi selamat.
Selain itu, mereka berharap proses pilpres selesai pada 22 Juli 2014, dan tidak diperlu dibawa ke MK. Sebesar 92.08 % dari pemilih Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 berharap kedua capres siap terima kekalahan dan langsung mengucapkan selamat kepada presiden baru yang terpilih melalui penetapan resmi KPU.
Prosentase harapan yang kurang lebih sama juga berasal dari pemilih Jokowi-Jusuf kalla. Sebesar 92.86 % dari pemilih Jokowi-JK pun berharap kedua capres berjiwa besar dan negarawan menerima kekalahan. “Mayoritas publik pun berharap hiruk pikuk pilpres pun cepat usai. Sebesar 96.3 % menginginkan semua proses pilpres cepat tuntas agar pemerintahan baru cepat terbentuk dan pemerintah kembali fokus memperhatikan rakyat,” imbuhnya.
Harapan mayoritas publik agar capres menerima kekalahan dilandasi oleh kekhawatiran mereka terhadap kondisi politik pasca pilpres. Survei ini menemukan bahwa sebesar 77.7 % publik menyatakan sangat khawatir dengan kondisi politik pasca penetapan presiden dan wakil presiden. Hanya minoritas publik yaitu sebesar 20.4 % yang menyatakan bahwa mereka tidak khawatir dan meyakini kondisi politik Indonesia akan baik-baik saja.













