Mereka yang khawatir dengan kondisi politik pasca pilpres pun merata di segmen masyarakat. Namun demikian, kekhawatiran terbesar berasal dari mereka yang perempuan, tinggal di desa, dan berasal dari ekonomi menengah bawah. Kedua pendukung capres pun khawatir dengan kondisi politik pasca pilpres. Kekhawatiran terbesar datang dari pendukung Jokowi-JK. Hal ini dapat dimaklumi karena pendukung Jokowi-JK banyak berasal dari pemilih perempuan dan para “wong cilik” yang tinggal di desa.
Kekhawatiran kondisi politik pasca pilpres pun dilandasi oleh ketidakyakinan publik secara luas bahwa para pendukung kedua capres bisa terima kekalahan capresnya. Meskipun berharap para capres siap menerima kekalahan, namun publik terbelah ketika ditanya apakah mereka yakin pendukung kedua capres siap menerima kekalahan. Sebesar 46.7 % publik yakin bahwa pendukung kedua capres akan siap menerima kekalahan. Namun dalam jumlah yang sama, sebesar 46.7 % tidak yakin pendukung kedua capres akan siap menerima kekalahan.
Seruan senada juga disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY). “Mengakui kekalahan itu mulia, mengucapkan selamat kepada yang menang itu indah.”Saya ingatkan kepada siapa pun, janganlah dicederai demokrasi dan tatanan kehidupan bernegara yang terus menerus kita bangun sekarang ini. Justru, kawal dan ikut mematangkannya,” tegasnya.













