Menurut Widodo, di Indonesia, penduduk dengan obesitas meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan karakteristik, masalah obesitas cenderung lebih tinggi pada penduduk yang tinggal di perkotaan, berpendidikan lebih tinggi, dan pada kelompok status ekonomi yang tertinggi (profil kesehatan 2013).
Widodo memaparkan dari data Riset Kesehatan Dasar 2013, dapat dilihat prevalensi berat badan lebih dan obesitas meningkat menjadi 26,3% dibandingkan 21,7% pada 2010. Untuk anak usia 5-12 tahun terjadi peningkatan yang signifikan, dari 9,2% menjadi 18,8%. Demikian juga untuk kelompok anak sampai usia 18 tahun.
Sedangkan pola makan yang buruk, dari sumber data yang sama menunjukkan 93,5% penduduk di atas 10 tahun dikategorikan kurang mengonsumsi sayur dan buah. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun 2007 yang sebesar 93,6%. Sementara konsumsi mi lebih dari sekali seminggu pada anak usia 10-14 tahun mencapai 90,5%. Sedangkan 51% mengonsumsi lebih dari 3 kali seminggu. “Dikhawatirkan pola ini tidak akan menghasilkan pemenuhan gizi yang baik,” jelas Widodo.
Selain itu, penduduk di atas 10 tahun mengonsumsi makanan berisiko cukup tinggi, yaitu 53% makanan manis, 41% makanan berlemak, 26% makanan asin, serta 77% mengonsumsi bumbu penyedap.














