Salah satu cara yang mudah dilakukan dan mudah diawasi adalah memperbaiki deficit.
Untuk itu, Tim ekonomi pemerintah, , harus ikut membantu dengan cara memperbaiki defisit neraca pembayaran, defisit jasa, defisit perdagangan dan sebagainya.
Sebab berbagai defisit itu, bisa menjadi faktor yang digunakan spekulator untuk menghantam mata uang rupiah.
“Mata uang kita sekarang ini terus melemah. Saya kira, tingkatkan eksport dan kurangi import. Sekalipun kita tetap dan memang wajar menganut aliran Devisa-Bebas, namun pastikan Devisa Hasil Export (DHE) diendapkan dalam kurun-waktu tertentu dengan masa yang signifikan tetap didalam negeri,” urai mantan Anggota Komisi XI DPR RI ini.
Dia mengaku, situasi ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini memang berbeda dengan situasi ekonomi pada tahun 1998. Namun dia berharap semua elemen bangsa bersatu untuk menghadapi ekonomi Indonesia yang sedang sulit.
“Tentu banyak kebijakan ekonomi yang seyogyanya bisa ditetapkan serta ilaksanakan secara bertanggung-jawab, tanpa langkah-koruptip. Marilah kita bersatu, dengan Nawaitu untuk kepentingan NKRI dan masyarakat,” pungkasnya.
Belakangan ini, kondisi ekonomi global semakin memburuk. Satu persatu negara-negara berkembang mulai merasakan dampaknya.















