Sekarang, PLTA juga terancam, karena permukaan dana uterus berkurang. Ketiga konsesi lahan.
Untuk masyarakat Toba, tanah adalah tanah adat milik marga. Ketika konsesi 260 ribu hektar yang tersebar di 12 kabupaten kota, sudah diperingatkan bahwa ini potensi konflik.
Sekarang, terjadi konflik-konlik antara rakyat dengan TPL.
Sebab TPL merekrut buruh harian, sehingga terjadi konflik horizontal.
Secara sosial, kami tidak bersaudara, karena kakak adik mendapat uang, yang lain tidak, sehingga sering terjadi perkelahian.
“Data sejak 2013 saja, terdapat 50 orang korban kekerasan dan kriminalisasi. Terbaru kasus Natumingka, mestinya ini yang terakhir.”
“Kalau program superpriaoritas Danau Toba yang dicanangkan Presiden Jokowi, maka menurut say aitu gagal. Tidak akan datang ke sana wisatawan untuk emncium bau busuk. Tidak akan ada dating ke kebun singkong, karena begitulah situasi danau toba,”kata Abdon.













