Mengutip ucapan Bung Karno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” Fauzi mengaku potensi anak muda Sumenep sangat dasyat yang bisa menjadi andalan jika diberdayakan secara maksimal.
Para pemuda dengan industri kreatif merupakan salah satu pilar dalam membangun ekonomi nasional, karena mampu menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing di era globalisasi, sekaligus menyejahterakan masyarakat.
Apalagi, saat ini, tuturnya tren ekonomi kreatif sangat kuat di kalangan anak muda. Produk design, mulai dari buku hingga baju dll, terus berkembang ke mana-mana. Sayangnya, hasil kreatif mereka masih dipasarkan dengan cara sederhana. Misalnya melalui internet, media sosial, hingga dari mulut ke mulut. “Yang perlu dilakukan kedepan ini, bagaimana membuka pasar hasil keratifitas anak muda ini. Kita akan wadahi pelaku usaha ekonomi kreatif ini. Jadi, perlu kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku industri kreatif agar hasil produknya tidak mubazir,” tuturnya.
Fauzi yakin, produk ekonomi kreatif ini menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia. Hal ini tidaklah berlebihan mengingat Indonesia memiliki ratusan suku bangsa atau etnis yang masing-masing memiliki budaya tinggi.Potensi itu dapat menjadi modal bagi pengembangan kegiatan ekonomi kreatif. “Di Sumenep ini, banyak sekali potensi ekonomi kreatif yang bias digali. Kita punya panorama pantai yang indah, panorama bawah tanah dan panorama bawah laut. Kita juga punya peninggalan sejarah berupa keraton, museum keraton dan makam raja-raja Iislam. Serta kekayaan seni budaya keterampilan tangan rakyatnya berupa seni batik, seni ukir, makanan dan jamu tradisonal. Inilah potensi ekonomi kreatif yang bisa diandalkan. Insya Allah, kalau diberi amanah, kami akan mengembangkan semua potensi yang ada,” ucapnya.















