Berdasarkan data RTI Infokom, dalam sepekan terakhir IHSG turun mencapai 4,42 persen dengan aksi jual investor asing sebesar Rp3,19 triliun. IHSG siang ini masih berada di bawah level 6.000 yaitu 5.864,25.
Laksono mengatakan untuk menghadapi kondisi penurunan IHSG sendiri, bursa telah mempersiapkan sejumlah protokol krisis. Pihaknya akan mulai mengawasi pasar apabila dalam sehari terdapat penurunan IHSG hingga dua persen. “Kalau lebih dari lima persen, kita meeting dengan otoritas. Kalau turun sampai 10 persen, ada auto hold, which is kemarin Sabtu sudah kita coba dan berjalan dengan lancar. Jadi kita juga persiapkan itu,” kata Laksono.
Ia mengakui dalam beberapa pekan terakhir memang terjadi arus modal keluar (capital outflow) di mana jumlah investor yang melakukan aksi jual lebih banyak daripada yang membeli, namun hal tersebut masih bisa ditolerir. “Kita waspadai terus, tapi apakah ini kejadian luar biasa yang perlu kami lakukan tindakan luar biasa juga,” kata Laksono.














