JAKARTA-Asian Development Bank (ADB) memperkirakan, pada tahun depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,3 persen, setelah pada tahun ini akan mengalami kontraksi hingga 1 persen akibat kawasan Asia nyaris tidak mengalami pertumbuhan di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Menurut Direktur ADB untuk Indonesia, Winfried Wicklein dalam keterangannya yang dikirim melalui surat elektronik, Jakarta, Jumat (19/6), pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,3 persen pada 2021, karena bertambahnya belanja tidak wajib rumah tangga dan membaiknya iklim investasi serta mulai pulihnya perekonomian dunia.
“Pandemi COVID-19 telah menimbulkan gangguan ekonomi signifikan di dunia dan di Indonesia, dengan dampak berat terhadap lapangan kerja dan penghidupan, terutama bagi kelompok masyarakat yang paling rentan,” kata Wicklein.
Dia mengatakan, pelaksanaan langkah-langkah kebijakan yang tepat waktu yang dilakukan pemerintah Indonesia akan sangat bermanfaat bagi perlindungan kesejahteraan rumah tangga.
Wicklein menyatakan, perkiraan terbaru dari ADB menyebutkan bahwa pada tahun ini perekonomian Indonesia akan berkontraksi 1 persen.
Dalam laporan tambahan untuk memperbarui publikasi ekonomi tahunan Asian Development Outlook (ADO) 2020, ADB memperkirakan pertumbuhan 0,1 persen bagi kawasan Asia dan Pasifik di 2020.















