Dengan diterapkannya harga penawaran umum senilai Rp130 per saham untuk sebanyak 2.222.222.200 lembar saham, maka melalui aksi korporasi ini ADCP hanya akan mampu menghimpun dana maksimal senilai Rp288,89 miliar.
Nilai ini jauh lebih rendah dibanding rencana sebelumnya maksimal Rp1,6 triliun.
Berdasarkan Prospektus IPO ADCP, dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk pengembangan proyek eksisting dan recurring sebesar 45 persen, sebesar 35 persen untuk mengakuisisi lahan dan sisanya akan digunakan untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi Seri A.
Perlu diketahui, masa penawaran umum saham dilakukan selam kurun 16-21 Februari 2022 dan penjatahan juga dilakukan pada hari terakhir masa penawaran umum, yakni pada 21 Februari 2022.
Sedangkan, pendistribusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 22 Februari 2022, sehingga saham ADCP diharapkan bisa tercatat di BEI pada 23 Februari 2022.













