JAKARTA-Pemerintah fokus meningkatkan ekspor dan investasi demi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi di rentang tahun 2019-2020 diproyeksikan berkisar antara 5,3%-5,6% dengan pertumbuhan investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto – PMTB) dalam kisaran 7,0%-7,4%.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan investasi sekitar Rp 5803-Rp 5823 Triliun. Kontribusi swasta mencapai Rp 4221-Rp 4206 Triliun atau 72 persen dari total kebutuhan.
Kebijakan sisi supply juga terus didorong melalui pembangunan infrastruktur, perbaikan iklim usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan simplifikasi perijinan lainnya, pendidikan dan pelatihan vokasi, fasilitas insentif perpajakan, serta industri berbasis ekspor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,17% (yoy) pada 2018 dan berlanjut pada kuartal I 2019 yang mampu tumbuh 5,07% (yoy). Hal ini diimbangi dengan laju inflasi yang rendah dan stabil di level 3,23% (yoy) pada Mei 2019.
“Kondisi tersebut disertai dengan tingkat indikator sosial seperti tingkat kemiskinan, pengangguran dan rasio gini yang persisten menurun,” ujar Darmin dalam acara DBS Asian Insights bertajuk “Indonesia: Looking Ahead Post Election”, di Jakarta, Rabu (26/6).














