Menurut Presiden, jumlahnya juga masih kurang. Oleh sebab itu, Presiden sudah meminta nanti tahun depan ini bisa ditingkatkan lagi dua kali lipat.
Tetapi Presiden mengingatkan, juga kita harus tambahkan program ini kepada usaha-usaha produksi, bukan pada yang masih banyak sekarang ini di usaha-usaha perdagangan. Naik Kelas Pemerintah, lanjut Presiden Jokowi, ingin UMKM kita naik kelas dari yang mikro menjadi kecil, dari yang kecil menjadi menengah, dari yang menengah menjadi besar.
Oleh sebab itu, menurut Presiden, dirinya juga, sudah menyampaikan ke Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), agar setiap adanya investasi itu digandeng pengusaha lokal, pengusaha kecil, pengusaha mikro, dikawinkan, sehingga pengusaha-pengusaha lokal mendapatkan manfaat dari adanya investasi yang ada di sebuah daerah.
“Misalnya, pembangunan infrastruktur jalan tol, airport/bandara, pelabuhan. Beri ruang bagi usaha mikro, usaha kecil usaha menengah kita dalam sistem rantai pasok konstruksi. Sehingga betul-betul tidak hanya melibatkan yang besar-besar saja tapi yang kecil-kecil juga bisa terangkut di situ,” tutur Presiden.
Begitu juga di jalan tol, rest area atau terminal bandara, Presiden Jokowi minta agar diberi ruang bagi usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro kita. “Jangan sampai diberikan prioritas terlebih dahulu justru malah brand-brand asing. Bukan didahulukan, ini kebalik-balik,” tegasnya.














