Kalau kita perhitungkan ini semua, bisa jadi harganya lebih mahal, dari niatan awal efisiensi.
Pertimbangan efisiensi itu hanya satu hal, hal lain yang strategis untuk dijadikan dasar adalah, apakah program tersebut memberi bangkitan bagi industri dalam negeri atau tidak. Kembali merujuk cara berfikir presiden, setiap langkah harus punya dasar rujukan untuk memperkuat rantai pasok dalam negeri atau tidak
Dengan memilih jalan impor, tentu PT Agrinas memilih memunggungi jalan, abai untuk memperkuat industri nasional.
Padahal, produsen dalam negeri perlu permintaan yang lebih besar agar industri mereka tumbuh lebih ekspansif.
Saya sangat menyayangkan uang APBN dibelanjakan tetapi tidak memberi nilai tambah ekonomi buat rakyat didalam negeri.
Lebih bijak langkah ini tak perlu dipikir ulang tapi perlu dibatalkan.












