Makanya, lanjut Syarief Hasan-panggilan akrabnya, DPP Partai Demokrat berkewajiban untuk meyakinkan mereka yang memilih Jokowi agar kembali ke Prabowo. “Tentu kita akan jelas, kenapa pilihan kita jatuh kepada Prabowo. Karena selama inikan mereka belum tahu semuanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris F-PAN Yandri Susanto menegaskan tudingan bahwa Partai Demokrat main dua kaki, tentu saja keliru. Karena, ibaratnya sebuah rumah besar, kalau ada perbedaan pendapat adalah suatu yang normal.
“Kita lihat komandan utamanya, Bapak SBY, AHY dan Bapak Syarief. Kita lihat pertemuan antara Prabowo, Sandi dengan SBY dan jajaran Demokrat, jadi semua terkomfirmasi,” katanya.
Menurut Yandri, Partai Demokrat solid dan bersungguh-sungguh memenangkan pasangan Prabowo-Sandi. Karena kepentingan politik Demokrat bisa terakomodir kalau pasangan Prabowo-Sandi menang.
“Saya beberapa kali mendampingi Bang Zul bertemu langsung dengan Bapak SBY. Diskusi dengan Bapak SBY itu sangat bagus sekali, soal Indonesia ke depan dan berharap Prabowo menang,” cetusnya.
Bahkan kata anggota Komisi II DPR F-PAN, tudingan bahwa Partai Demokrat setengah-setengah dalam memenangkan Prabowo, itu jelas fitnah. Lihat saja, bagaimana SBY membawa langsung dokumen pendaftaran capres-cawapres ke KPU.














