Mereka cenderung akan berpihak pada koalisi yang memiliki kemungkinan menang lebih besar.
Dosen Universitas Paramadina Jakarta ini menambahkan, Jika tidak memiliki Capres – Cawapres yang kompetitif, partai-partai papan tengah itu tidak akan mendapatkan coat-tail effect yang optimal, dan berpotensi membuat mereka terdegradasi dari Parliamentary Threshold 4% yang menghantui mereka, khususnya PAN dan PPP.
“Jika akhirnya Airlangga salah langkah, hal itu akan menjadi celah bagi Bamsoet untuk mengkudeta kepemimpinan Airlangga. Karena itu kubu Airlangga harus mengantisipasi kondisi ini,” tegas Umam lagi.
Sekarang tinggal bagaimana Airlangga mempergunakan kepemimpinannya untuk menjaga stabilitas internal partainya.
Di saat yang sama, Airlangga juga harus mematangkan strategi politiknya, agar tidak salah langkah.
Jika sampai salah langkah, ada kekuatan lain yang sudah menunggu untuk menantang kepemimpinannya.***













