“Dengan kerja sama ini, diharapkan petani kopi Indonesia terbantu promosinya. Kedua, bisa mengajarkan para petani bagaimana cara handlingnya lebih bagus karena mereka punya standar sehingga value added-nya bisa lebih bagus. Kita banyak kerja sama juga dengan swasta. Tahun ini ada 60 Triliun investment dari privat sektor desa-desa di Indonesia,” terangnya.
“Sekarang ada ribuan kafe-kafe di tengah sawah, yang penting ada tempat selfi tempat ngopi dan wifi gratis langsung posting di instagram,” tambahnya.
Ia juga berterimakasih karena starbucks dengan membuka gerainya membantu mengembangkan kopi Indonesia untuk dunia. Dan terbantu juga dengan kualiti kontrol dari starbucks.
“Ada starbucks expres yang kolaborasi sehingga masalah kita tentang channeling bisa terbantu. 14 tahun mendatang Indonesia akan makin familiar dengan starbucks yang memperkenalkan kopi-kopi dari Indonesia,” pungkasnya optimistis.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan bahwa starbucks tidak hanya menjual kopi tapi lifestyle dan pengalaman. Dan menurutnya budaya di Indonesia yang suka kumpul, ngobrol, dan diskusi memerlukan wadah seperti warung kopi.
Sebagai informasi, total gerai Starbucks sebanyak 29,324 yang tersebar di 78 negara termasuk 376 gerai di 25 kota di Indonesia, Starbucks melihat potensi kopi Indonesia untuk terus berkembang menjadi salah satu komoditas kopi unggulan di dunia serta berpotensi sebagai produk wisata kuliner negeri ini yang dapat mendukung perkembangan pariwisata Indonesia.













