SOLO-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan agar ajaran Trisakti Bung Karno yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan harus dijalankan lewat karya dan aksi nyata. Bangsa Indonesia harus benar-benar berdaulat termasuk dalam penguasaan dan pengelolaan SDA yang dimilikinya.
Hal ini disampaikan Ganjar dalam pidatonya dibacakan oleh Dadang Sumantri, Plt, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah disela-sela acara “Dari Solo, Focus Group Discussion (FGD)” yang terdiri dari para akademisi dari 14 perguruan tinggi di Indonesia mendukung diluncurkannya “INDONESIA RAYA INCORPORATED (IRI)-Sebagai Alat Strategis Pemersatu Bangsa”, Rabu (21/12).
FGD IRI yang diprakarsai oleh Gerakan Ekayastra Umada (Semangat Satu Bangsa) – dari wartawan, oleh wartawan dan untuk Indonesia.
FGD tersebut dihadiri Prof. Dr. Ir. Darsono MS (Universitas Sebelas Maret), Dr Syamsudin (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Prof. Mudrajad Kuncoro Ph.D (Universitas Gadjah Mada), DR. Y Tri Susilo, M.Si (Universitas Atma Jaya Yogyakarta), DR D. Wahyu Aryani MT (Universitas Maranatha Bandung), Prof. DR Djoko Mursinto, M.Ec (Universitas Airlangga), Prof. DR. Tulus Tambunan (Universitas Tri Sakti), Sari Wahyuni MSc. Ph.D (Universitas Indonesia), Prof. DR. HB Isyandi, M.Sc (Universitas Riau), DR. Ir. Bernaulus Saragih M.Sc (Universitas Mulawarman), Winata Wira SE, M.Ec (Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepri), DR. Agus Trihatmoko (Universitas Surakarta), Prof. DR. Munawar Ismail DEA (Universitas Brawijaya), AM Putut Prabantoro (Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada) sebagai nara sumber serta dipandu A. Handoko (Wartawan Harian Kompas).















