Thomas Pramotedham, CEO Presight, menekankan ambisi global dari program ini,.
“Presight AI-Startup Accelerator bukan sekadar program, tetapi mesin pertumbuhan strategis bagi startup-startup visioner. Kami percaya peserta angkatan pertama ini adalah perwakilan terbaik dari masa depan AI dan teknologi di berbagai industri,” tegas Thomas.
Iwan Djuniardi, Staf Ahli Kementerian Keuangan Republik Indonesia, menyoroti arti penting keberhasilan ini bagi Indonesia,
“Kisah sukses AJARI membuktikan bahwa AI dapat menjadi alat transformasi dalam pendidikan dan pengembangan tenaga kerja. Solusi mereka sejalan dengan agenda transformasi digital Indonesia, khususnya dalam menyediakan pembelajaran yang lebih personal dan berskala luas,” imbuhnya.
Husin Bagis, Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, juga menyampaikan apresiasi.
“Ini merupakan momen membanggakan bagi Indonesia. Keberhasilan AJARI menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari Indonesia mampu bersaing ditingkat global. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital dunia,” jelasnya.
Produk unggulan AJARI, LearnXpert, kini telah digunakan di berbagai institusi pendidikan di Asia Tenggara. Dengan fitur seperti jalur pembelajaran adaptif, analitik berbasis AI, pemantauan real-time dan Asisten pintar “Learning Buddy” bagi semua pelajar, AJARI menghadirkan pendekatan baru dalam dunia pendidikan, baik untuk siswa maupun profesional.













