“Dengan memperkuat pelembagaan, maka akan mempercepat penyelesaian konflik agraria,” jelasnya.
Rekomendasi ketiga, lanjutnya, pengembangan ekonomi rakyat pedesaan.
Menurutnya, merubah pola pikir pemerintah desa sangat penting. Selama ini, kata dia, pemerintah desa memahami bahwa pembangunan hanya dimaknai sebagai pembngunan infrastruktur. Padahal, yang lebih lenting adalah pembangunan manusia dan ekonomi rakyat itu sendiri.
“Pembangunan desa, dengan adanya desentralalisasi ekonomi didesa itu sangat efisien dibandingkan desentralisasi lain. Selain itu, muncul semangat kekluargaan, gotong royong,” ujarnya.
“Esensi dari pembangunan adalah ekspansi kapabilitas manusia. Prespektif pembanguna perlu diluruskan,” sambungnya.














