JAKARTA-Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) harus menjadi salah satu asosiasi perusahaan yang bisa menjadi lokomotif dalam pengembangan jasa konstruksi nasional. “Saya yakin kalau 70-80 % yang dikuasai AKI ini akan meningkatkan daya saing bangsa, Saya ingin menegaskan bahwa pada tahun-tahun mendatang kebutuhan pembangunan infrastruktur akan cenderung terus meningkat, dikarenakan demand yang begitu besar dari semua wilayah di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yusid Toyib dalam Seminar dan Knowledge Sharing AKI dengan tema “Bersatu Membangun Infrastruktur Nasional” yang diselenggarakan dalam rangkaian HUT AKI ke 42, di Jakarta (7/10).
Menurutnya, peningkatan tersebut sudah pasti akan di iringi dengan peningkatan nilai kapitalisasi pasar konstruksi. Sehingga, Jasa Konstruksi kedepan sangat prospektif. Kondisi tersebut merupakan peluang bagi penyedia jasa di sektor konstruksi khususnya AKI. “Saya informasikan bahwa Pemerintah telah berkomitmen untuk memacu pembangunan infrastruktur selama lima tahun kedepan. Pemerintah juga sudah membuat kebijakan dan tindakan yang tepat khususnya dengan meminimalkan hambatan dan mengembangkan sistem peraturan dan regulasi yang lebih ramah pada dunia usaha, untuk mendorong investasi,”tutur Yusid.













