Diketahui bahwa Indonesia memiliki banyak peluang untuk pembangunan infrastruktur seperti pada sektor transportasi, dimana konektivitas untuk menyatukan Indonesia memerlukan 2.000 km jalan baru, 3258 KM rel kereta api, 15 bandara dan 24 pelabuhan.
Sementara itu Ketua Umum AKI Bintang Perbowo mengatakan saat ini anggota AKI menjadi pemain utama di sektor jasa konstruksi, sebanyak hampir 70% pasar konstruksi dikerjakan anggota AKI. “Hampir 60-70% pasar konstruksi dikerjakan anggota AKI, anggota AKI selain bekerja di bidang jakon juga bertindak sebagai investor di bidang infrastruktur maupun gedung komersil,”tutur Bintang.
Bintang mengatakan, dengan prospek pembangunan infrastruktur yang besar tentu membutuhkan peta kekuatan baik dari sumber perekonomian maupun dari segi pelaku jasa konstruksi, yang pada akhirnya perlu strategi agar pelaku jasa konstruksi nasional dapat berperan untuk mengerjakan pembangunan infrastruktur tersebut. “Dilain pihak, pelaku jasa konstruksi akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean Desember 2015, AKI juga membantu program pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang besar, diantaranya adalah revisi UU Jasa Konstruksi no 18 tahun 99 tentang jasa konstruksi, revisi ini tidak dapat dianggap ringan oleh masyarakat jasa konstruksi karena menyangkut nasib dan kelanjutan jasa konstruksi nasional,”tambah Bintang.













