JAKARTA-Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang tahun ini mempengaruhi operasi beberapa Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). Hal ini menyebabkan berkurangnya pasokan listrik dari beberapa pusat pembangkit. Di Jawa Bali yang telah tersambung menjadi satu sistem kelistrikan, pada waktu beban puncak (18.00 – 22.00 waktu setempat) mengalami kekurangan pasokan (defisit daya) sehingga terpaksa dilakukan pemadaman di beberapa lokasi secara bergilir maksimal selama tiga jam setiap kali padam supaya tidak terlalu mengganggu aktifitas pelanggan.
Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, menginformasikan, beberapa PLTA mengalami kekurangan pasokan (defisit daya) listrik. Hal ini mengakibatkan terjadi pemadaman di beberapa lokasi secara bergilir selama tiga jam setiap kali padam. Defisit daya ini terjadi akibat kurangnya debit air akibat kemarau panjang yang menyebabkan berkurangnya pasokan listrik. “Kemarau panjang menyebabkan dua PLTA besar yaitu PLTA Cirata 1000 Mega Watt (MW) dan PLTA Saguling 700 MW di Jawa Barat tidak bisa beroperasi karena air waduk yang terbatas dan diprioritaskan untuk pengairan. Beberapa PLTA lain juga mengalami hal serupa,” ujar Bambang lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (30/10).














