Pada saat hampir bersamaan lanjut Bambang, sejak 28 Oktober dini hari terjadi gangguan pada main transformer PLTU Paiton unit 7 & 8 kapasitas 1200 MW yang dioperasikan oleh Pailton Energy Company (PEC). Dua kejadian mengakibatkan, dua hari terakhir terjadi defisit di Jawa dan Bali sekitar 1000 MW di saat beban puncak. “Beban puncak sistem kelistrikan Jawa Bali sekitar 23.900 MW. Ada kemungkinan defisit ini masih akan berlangsung beberapa hari ke depan jika perbaikan beberapa pembangkit yang terganggu mengalami keterlambatan,” ujar Bambang.
Namun demikian PLN akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat perbaikan pembangkit. Disamping itu, PLN juga mohon partisipasi pelanggan untuk mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak diperlukan, terutama pada waktu beban puncak. Hal ini sangat signifikan untuk mengurangi defisit daya.














