Pada kinerja selama lima bulan (Agustus-Desember 2020), BBKP berhasil membentuk grup baru, Bad Bank yang akan mengelola aset buruk dan fokus pada persoalan terkait penurunan aset yang diambil alih (AYDA) yang beredar.
Pada sisi akuntansi, BBKP menerapkan standar keuangan yang diterapkan oleh KB Kookmin Bank.
Sejalan dengan rencana transformasi, BBKP berencana meningkatkan bisnis pinjaman digital yang akan diluncurkan pada tahun 2022, serta membuat unique proposition untuk komunitas Korea-Indonesia. Perseroan juga akan melakukan perluasan ke customer Korea-link.
Lebih lanjut manajemen BBKP menyebutkan, pada tahun depan perseroan menargetkan pertumbuhan kredit yang sejalan dengan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kisaran 5-6 persen atau sebesar rata-rata pertumbuhan kredit Bank Bukopin dalam tiga tahun terakhir.














