Joko menyatakan, aksi jalan kaki JMPPK telah singgah sebelumnya di sebuah rumah makan di wilayah Kecamatan Juwana, Pati. Kini mereka coba berisrirahat dulu di kantor Bupati Pati sebelum melanjutkan perjalanan ke Kudus. “Jadi belum banyak orang Rembang juga yang mau terlibat aksi tolak pabrik semen. Ya aksi ini buat siapa yang ingin ikut saja,” ucap Joko.
Nantinya di Semarang, kata Joko, para demonstran aksi jalan kaki JMPPK akan meminta kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk meninjau ulang keberadaan pabrik semen di Rembang. Joko berdalih, pabrik semen di Rembang telah diputuskan Mahkamah Agung (MA) agar mencabut izin lingkungannya.
Aksi jalan kaki JMPPK bertujuan menolak tetap terus beroperasinya pabrik semen di Rembang, namun warga daerah tersebut ternyata yang ikut tidak sepenuhnya.
Polemik Semen Rembang bermula ketika MA pada 5 Oktober lalu mengabulkan gugatan izin lingkungan yang dilakukan sekelompok warga. Sebelumnya, gugatan yang sama di PTUN Semarang dan PTUN Surabaya, gugatan tersebut ditola majelis hakim.
Kabarnya, pabrik Semen Rembang telah merampungkan 97 persen proses pembangunannya dan siap beroperasi tahun depan. Pembangunan pabrik menelan biaya investasi hingga Rp 4,97 triliun dan diperkirakan mampu berproduksi 3 juta ton semen setiap tahunnya.














