PLN bahkan saat ini amat kesulitan menyelesaikan kewajibannya untuk membangun infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi listrik 35 GW yang terus diupayakan supaya terwujud.
Belum lagi amanat membangun pembangkit 10 GW sesuai RUPTL yang ditetapkan pemerintah belum terlihat bisa dilakukan PLN. Dengan demikian tingginya kesulitan keuangan dan beban tanggung jawab PLN, mengapa harus mikirin akuisisi PGE dari Pertamina?
Alasan yang dikemukakan oleh Dirut PLN Sofyan Baasir bahwa akuisisi tersebut akan mampu membuat harga listrik dari Geothermal akan lebih murah adalah pernyataan tidak masuk akal, karena harga jual itu adalah harga yang timbul dengan memperhitungkan cost operation dan cost of production serta margin perusahaan.
Memangnya kalau PLN masuk, akan ada komponen biaya yang hilang? Tentu tidak. Semua komponen biaya akan tetap ada dan sama karena PLN masuk lewat anak usahanya yang tentu harus tetap menghitung margin dan semua biaya. Alasan tersebut menjadi lucu dan menunjukkan Sofyan Baasir sedang berupaya mencari pembenaran atas aksi tipu-tipu akuisisi ini.
Jika kita mengacu kepada perintah presiden bahwa PLN tidak perlu membeli pembangkit tapi cukup membeli listriknya, maka upaya akuisisi ini jelas semakin terlihat aneh. Melanggar perintah Presiden dan mengabaikan perintah presiden. Mengapa Sofyan Baasir dan Rini Soemarno berani melanggar perintah presiden?














