Kuat dugaan bahwa akuisisi ini hanya akal-akalan saja. Rini Soemarno ingin mengakali supaya PLN punya tambahan aset baru yang bisa digunakan sebagai jaminan hutang. Inilah mungkin alasan utama mengapa akuisisi tidak layak ini ngotot dilakukan sementara kemampuan PLN sangat diragukan untuk mengakuisisi PGE.
EWI mendesak presiden Jokowi untuk menghentikan upaya akuisisi ini. Presiden tidak boleh membiarkan aset Pertamina yang sedang bertumbuh baik kemudian diserahkan kepada PLN yang sedang sakit. Ini hanya akan merongrong Pertamina dan tidak juga bisa menolong PLN. Maka itu akuisisi ini harus dihentikan. Harus ditolak.
PLN sebaiknya berbenah diri dari dalam. Lakukan efisiensi ketat dan evaluasi menyeluruh biaya. Dan penyelamatan PLN ini baru bisa dimulai jika nahkoda PLN diserahkan kepada orang yang mengerti masalah dan tau solusinya. Bukan seperti sekarang dinahkodai yang tidak paham masalah dan hanya mengerti cara berhutang. Ini konyol namanya. PLN tidak seharusnya sakit seperti ini karena tidak ada tarif yang merugikan PLN. Pemerintah menyediakan subsidi bila tarif dijual lebih murah. Jadi masalahnya terutama pada kemampuan management.
Penulis adalah Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Jakarta














