“Kami percaya bahwa menghormati sejarah yang benar merupakan fondasi bagi pembangunan Indonesia yang adil, demokratis, dan beradab. Penolakan terhadap pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto bukanlah bentuk kebencian terhadap individu, melainkan sikap ideologis dalam menjaga integritas moral bangsa dan menghormati nilai-nilai perjuangan yang sesuai cita-cita para founding parents,” tegasnya.
GMNI adalah organisasi mahasiswa yang berasaskan Marhaenisme dan berkomitmen terhadap penegakan nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, serta keadilan sosial di Indonesia.
Pernyataan ini didukung oleh berbagai cabang dan daerah GMNI di seluruh Indonesia, termasuk GMNI Jakarta Selatan, GMNI Sikka, GMNI Ciamis, DPD DKI Jakarta, GMNI Ngada, GMNI Jakarta Timur, GMNI Kota Bekasi, GMNI Kefamenanu, GMNI Jakarta Barat, GMNI Jakarta Utara, DPD Lampung, GMNI Morowali, GMNI Buru, GMNI Buol, GMNI Mamasa, GMNI Langkat.
Selain itu, juga GMNI Bangka Belitung, GMNI Kabupaten Serang, DPD GMNI Jawa Timur, GMNI Se-Kalimantan Selatan, GMNI Surabaya, GMNI Sumatera Barat, GMNI Padang, GMNI Probolinggo, GMNI Malang, GMNI Bangkalan, GMNI Jombang, GMNI Kota Tangerang, GMNI Sumut.
Tak hanya itu, juga DPC GMNI Bantaeng, DPC GMNI Bukittinggi, DPC GMNI Sijunjung, DPC GMNI Padang Pariaman, DPC GMNI Lombok Timur, DPC GMNI Pematangsiantar, GMNI Ende, GMNI Kutai Timur, DPC GMNI Mataram, DPC GMNI Cirebon, DPC GMNI Indramayu, DPC GMNI Tanah Datar, DPC GMNI Palembang, DPC GMNI Kota Pariaman, dan DPC GMNI Mojokerto.















